Saya bingung ketika Nizar (waktu itu masih kecil) datang menghampiri saya lalu berkata, “Pak, catnya digoyang, ya?”. Setelah berpikir agak lama barulah saya sadar apa yang dimaksud oleh Nizar. Karena ketika saya tanya, “Apanya yang digoyang Zar?”. “Catnya, Pak, yang ini”, sambil menunjukkan pengaduk yang ada di dalam kaleng cat tembok. Saya jadi tersenyum geli sekaligus bangga. Yang dimaksud Nizar adalah diaduk catnya, tetapi karena pengaduknya yang berputar seperti “goyangan Inul” ngebor ia menyebutnya digoyang (kaya joged dangdut saja).
Saya bangga dan kagum karena Nizar kecil sudah bisa beranalogi dalam menggunakan kosakata untuk mengungkapkan maksudnya. Digoyang maksudnya diaduk. Mudah-mudahan ini pertanda baik. Semoga penalaran Nizar terus tumbuh semakin baik, dan tidak salah penerapannya.






















